Kamis, 26 Maret 2015
kolam susu??
'Bukan lautan tapi kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu'
Lirik lagu 'kolam susu' yg membangga-banggakan indonesia.
Sudah membius dan terniang di ratusan bahkan jutaan kepala rakyat indonesia. Benarkah indonesia itu 'kolam susu' seperti penggalan lirik lagu koes plus? Bagi sebagian petinggi negara, pemerintah, pejabat, pengusaha, pelacur, pecandu di ibukota jakarta mungkin setuju dengan lirik tersebut, apakah koes plus sudah pernah mempertimbangkan dengan saudara kita di daerah perbatasan, daerah indonesia timur? Ataukah mereka hanya melihat kekayaan alamya saja? Hahahahaha.
Ini indonesia bung, bukan Jawa, apalagi Jakarta. Cobalah gunakan hati nurani kalian untuk mampir, menengok saudara kalian di perbatasan, di daerah timur Indonesia
jangan kau makan mereka, kasih mereka piring sendok dan garpu biar mereka bisa cari makan, dukung mereka. Jangan kau curi makanannya, jangan kau suap mereka. Mereka hanya perlu sekolah, hutan, dan kolam ikan, bukan 'kolam susu'.
Filosofi 'kolam susu' yang berarti makmur,kaya itu sangat bertolak belakang dengan kehidupan alamiah bagi manusia di indonesia timur, pemimpin minum susu 'kami' minum 'tuak' kata petuah adat disana, ditimur, 'kasihan' bukan sepenggal 'kata' pasti untuk merangkul mereka, mungkin 'tolong' adalah kunci keberhasilan mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar