Kamis, 09 April 2015

Proposal penelitian

Standard Fonetik ‘Akustik Ruang’ Pada Studio    
Musik

Yuliant Fransiskus barus

BAB I

 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
            Fonologi merupakan ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia. Bidang kajian fonologi adalah bunyi bahasa sebagai satuan terkecil dari ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata.
            Asal kata fonologi, secara harfiah sederhana, terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi) dan logi (yang berarti ilmu). Dalam khazanah bahasa Indonesia, istilah fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda, yaitu fonologie.
            Fonologi terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik. Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa. Dengan kata lain, fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Sementara itu, Fonemik adalah bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.

            Kita mengetahui dewasa ini bahwa musik merupakan salah satu aspek kesenian yang sangatmelekat didalam keseharian kita. Musik merupakan perpaduan dari rangkaian nada yang dibunyikan skaligus dan memiliki tempo yang seirama. Perpaduan musik juga memerlukan beberapa pemain yang bisa memadukan keselarasan beberapa nada minor dan mayor. Para pemein musik juga harus mempinyai beberapa keahlian yang didasari dengan belajar, agar bisa kompak dalam memadukan musik yang dimainkan, sehingga diperlukan adanya studio musik dengan standar fonologi  fonetik akustik pada tata ruangan studio musik tersebut
            Banyak para pelaku seni musik ingin membangun studio musik sndiri baik mereka itu pemula, profesional, maupun hanya sekedar hobi saja Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan direncanakan terlebih dahulu jika ingin membangun studi musik. Seperti tata letak, bentuk ruangan dan lokasi ruangan studio musik tersebut. Sehingga suara bising yang dihasilkan tidak merusak proses bermusik kita, ataupun mengganggu warga yang berada disekitar lokasi studio musik.
           




1.2  Perumusan Masalah

            Ada beberapa masalah yang sering timbul pada para musisi sehingga studio musik yang dimiliiki mereka terkadang menyebabkan kebisinngan disekitar area studio tersebut. Pertanyaan penulis kali ini adalah

1. Dimanakah lokasi studio musik akan dibangun?
            Lokasi dari studio musik ini asangat berpengaruh bagi para penikmat jasa studi tersebut maupun warga yang barda sekitar area studi musik tersebut apakah di area yang cukup padat penduduknya? bila iya, sebaiknya jangan sampai suara studio musik kita mengganggu ketenangan tetangga.
            Lalu apakah studio musik akan berada didaerah yang bising? bila iya, pasti akan sangat mengganggu sekali bila sedang bermain musik terganggu oleh suara bajaj dan sepeda motor. Solusi untuk kedua masalah diatas adalah dengan memasang peredam, yang fungsinya selain menahan suara dari dalam studio musik agar tidak mengganggu tetangga, juga berlaku sebaliknya, agar suara bising tidak mengganggu proses bermusik kita. Sebaiknya lokasi ideal dari sebuah setudio musik letaknya agak jauh dari pemukiman warga dan jalan raya umum.

2. Bagaimana  Bentuk Ruangan Studio Musik yang baik dan benar?

            Bentuk ruangan sangat berpengaruh terhadap suara yang akan dihasilkan nantinya. Ada baiknya kita selalu berkonsultasi dengan ahlinya, untuk mendiskusikan mengenaik pemasangan akustik ruang di studio musik kita. Akustik Ruang sangat jauh berbeda fungsinya dengan peredam. Disaat peredam berfungsi untuk mengisolasi sebuah studio musik, akustik ruang melakukan perbaikan pantulan-pantulan suara yang terjadi didalam studio musik kita, agar semua spektrum audio dari segala frekwensi dapat terdengar dengan jelas, seimbang, maksimal, dan pastinya nyaman.

3.  Dimana posisi colokan Listrik pada studio musik?

            Banyak yang sering meremehkan masalah listrik saat membangun studio musik, padahal listrik adalah tenaga yang membuat semua alat musik kita dapat menyala. Yang perlu diperhatikan dalam hal listrik adalah, pastikan bahwa semua colokan listrik didalam studio musik anda memiliki ground / koneksi ke tanah. Hal ini akan meminimalisasi bising dan tingkat kesetrum didalam studio musik. Jangan lupa juga untuk memastikan kapasitas listrik yang akan digunakan, dan menyiapkan jalur-jalur listrik agar rapih. Studio musik yang rapih tentunya akan membuat kita semakin nyaman berada di dalam studio musik tersebut.

4. Apakah studio musik anda akan digunakan sebagai studio musik untuk berlatih      bersama band? atau studio musik untuk rekaman?

            Dengan mengetahui dan merencanakan tujuan-tujuan pembangunan studio musik kita sejak dini, akan mempermudah pembangunan, serta pengambilan keputusan pun bisa lebih efisien. Bisa juga kita membangun studio musik yang bisa digunakan untuk latihan dan rekaman, dengan pengeluaran yang membengkak juga tentunya.
            Untuk sebuah studio musik latihan, kita memerlukan alat alat musik yang lengkap, serta sistem tata suara yang baik.
Jikalau kita berencana untuk membuat studio musik kita memadai untuk proses rekaman, jangan lupa untuk merencanakan sebuah ruangan lagi, yang akan difungsikan sebagai ruangan kontrol. Sebaiknya antara studio musik latihan dan ruang kontrol diberi kaca, agar orang dapat saling berkomunikasi secara visual.

 

5. Alat Rekam apa saja yang digunakan pada sebuah studio musik?

            Studio Musik yang mampu melakukan proses rekaman tentunya memerlukan alat alat rekam yang memadai, yang utama harus dimiliki adalah sebuah komputer, AD-DA-Converter, Speaker, Microphone, audio processor, dan sebagainya. Tentunya kita juga harus belajar bagaimana cara menggunakannya agar maksimal. Jangan lupa untuk memilih software yang cocok pada komputer kita, baik itu software untuk merekam atau software untuk mixing.
            Satu hal yang perlu diketahui dan diingat dalam membangun studio musik sendiri, yaitu: Tidak semuanya harus mahal. Itulah inti dari membangun studio musik sendiri, supaya kita belajar dan mencari ilmu baru yang mendukung dalam proses kita membangun studio musik.
Janganlah ragu untuk mencari pengetahuan tentang peredam ruangan, akustik ruang, alat rekaman, alat musik, dan sebagainya. Bertanya dan berkonsultasilah jika bingung.
Maka kita pun dapat membangun studio musik sendiri tanpa biaya yang terlalu besar.












                                                                  BAB II     
                                               PEMBAHASAN
2.1     Tujuan Penelitian

            a.    Tujuan Umum : tujuan umum proposal ini ditulis ingin menjelaskan kepada semua pembaca diluar sana agar mengerti tentang ilmu fonetik akustik ruang merupakan cabang ilmu fonologi dalam kajian ilmu inguistik. Dengan pembaca memahami semua yang tertera dalam proposal ini maka pembaca umum yang ingin membangun sebuah bangunan agar bisa memperhatikan dengan benar tata cara membangun akustik ruang sebuah bangunan.

            b.    Tujuan Khusus : proposal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang didapatkan dari lapangan kepada para pembacanya yang bergelut didunia musik agar para musisi tersebut mengerti tentang tata ruang akustik sebuah studio musik jika ingin membangunstudio musik. Dengan memahami rumusan masalah dar proposal ini para pembaca dipastikan tahu semua tata cara untuk membangun sebuah studio musik. Memahami cara mengatur alat musik, penggunaan pengeras suara serta memahami tentang manfaat dari peredam suara.

4.     Letak masalah penelitian dalam konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak     dan dasar penelitian

            Dalam mengambil data-data yang diperlukan penulis sebelum melakukan penelitian ditemukan beberapa masalah dalan konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian ini. Masalah yang paling mendasar dalam ilmu fonologi tentang fonetik akustik ruang adalah tidak adanya alat untuk mengukur stendarisasi sebuah akustik ruang di Indonesia, sehinnga penulis beranggapan bahwa dalam melakuakan penelitian ini penulis bebas menentukan tentang standarisasi penggunaan akustik ruang pada studi musik.

            Pada penelitian kali ini penulis menciba menemukan letak masalah standarisasi akustik ruang pada studio musik tanpa bantuan alat ukur fontik akustik ruang. Penulis mengukur standarisasi akustik ruang ini hanya dengan menggunakan semua panca indranya atau artikulator (organ tubuh) sehingga hasil dari penelitian ini betul-betul hanya brdasarkan indera dari penulis sebagai alat ukur.


2.2       Tinjauan pustaka

            Tinjauan pustaka Penulis melakukan tinjauan pustaka bertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan penulis mengetahui apa objek yang ingin diteliti, dengan pndekatan pustaka yang dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelian ini. Tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internt agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.

Sumber yang didapat
1. Buku fonologi bahasa indonesia karangan Abdhul Chaer tahun 2010
2. Buku pengantar linguistik umum karangan Abdhul Chaer tahun 2009
3. http://studiomusik.net/index.php/klinik-musik/55-membangun-studio-musik-sendiri.html

2.3    Kerangka Teori

            Teori teori yang terdapat dalam penelitian ini berupa penyapain pendapat atau masukan dari beberapa kenalan penulis tentang ilmu fonologi akustik serta beberapa info dasar mengenai studio musik. Panduan akan buku-buku yang merupakan landasan teori mendasar dalam melakukan penelitian ini. Banyak penelitian yang gagal dikarenakan oleh kerangka teori yang belum sempurna, dalan penelitian ini penulis mencari tahu tentang buku-buku yang diinformasikan kepada penulis oleh kerabatnya seperti yang sudah tercantum pada tinjauan pustaka diatas. Oleh karena itu penelitian yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan oleh kerabat atau sahabat dari penulis. Jika penulis tidak mempunyai kerangka teori dalam penulisan proposal ini maka penulis akan sangat sulit mlakukan penelitian.

2.4   Variabel

            Variabel atau faktor  yang diamati atau diteliti dalam sebuah penelitian itu sangat diperlukan.
dalam penelitian ini penulis mnemukan beberapa variabel atau faktor yang mendukung berhasilnya penelitian tentang ilmu fonetik akusstik ruang pada studio musik.

Berikut beberapa faktor yang mendukung penelitian ini.
            1.   Tinjauan pustaka yang mudah diakses melalui perlustakaan unversitas, dan                             perpustakaan fakultas.
            2.   Sarana buku yang semuanya berasal dari perpustakaan universitas nasional dan                      fakulatas bahasa dan sastranya.
            3.   Akses intrnet yang mempermudah penulis untuk mencari beberapa informasi
                   tentang studio musik yang lengkap dengan alat-alat musiknya.
            4.   Akses yang mudah menuju lokasi penelitian dengan hanya berjalan kaki dari                                   tempat tinggal tman atau anggota band penulis.

2.5    Hipotesis

             
Dengan pendekatan pustaka yang dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internet agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.
            Teori teori yang terdapat dalam penelitian ini berupa penyapain pndapat atau masukan dari beberapa kenalan penulis tentang ilmu fonologi akustik seta beberapa info mengenai studio musik. Panduan akan buku buku yang merupakan landasan teori dalam melakukan penelitian ini. Oleh karena itu penelitian yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan oleh kerabat atau sahabat dari penulis.
BAB III
PENUTUP

3.1 Metode penelitian

            Penulis mellakukan pendekatan secara langsung yang bertujuan agar hasil yang dicapai penulis dalam menyusun proposal ini sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada dilapangan.
dalam penelitian ini penulis juga menggunakan pendekatan pustaka, seperti penulisan proposal yang lainnya.
            Penulis melakukan pendekan pustaka nertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan  penulis mengetahui apa objek yang ingin diteliti, dengan pndekatan pustaka yang dilakukan penulis bberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelitian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internt agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.

3.1       Populasi

            Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan beberapa populasi serta sample yang ada di lapangan beberepa populasi itu meliputi jumlah orang yang ada di lapangan pada saat penelitian ini berlangsung serta beberapaalat musik yang terdapat pada lokasi penelitian yang berupa studio musik.
populasi          

            Dalam metode penelitian ini penulis jugs menambahkan populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Subyek penelitian ini adalah anggota grup band yang dimiliki oleh penulis sendiri yang beranggotakan 3 (tiga) orang, serta pemilik skaligus penjaga dari studio musik ini sendiri.
Obyek pada penelitian lapangan ini adalah beberapa


Alat musik       :  1 (satu) set drum lengkap dengan mic drumnya, 3 (tiga) buah gitar yaitu:
                              Gitar melodi, gitar bass, gitar pengiring melodi, dan 1 buah piano.

Pengeras suara :  Microphone 3 (tiga) set masing masing berbeda fungsinya ada untuk vokal I                      (vokalis) vocal II dan vocal III  , speaker pengeras suara 4 (empat) buah,                       amplifier 1 (satu) pasang.

Peredam suara : 
Spons busa 1 buah dengan  panjang 3 meter dan lebar 2 meter, Papan telur                          bekas sebanyak 72 buah , dan Karpet dinding 1 pasang yang terdiri dari 2                            buah dan  memiliki ukuran yang sama dengan spons busa berukuran 3 X 2                         meter diatas.

 

 Subyek penelitian

                                               Obyek penelitian

      Grup band

Alat musik

Pengeras suara

Peredam suara

       Alat         pendukung

Pemilik studio musik

1 set drum lengkap

1 pasang amplifier

Spons busa 1 buah

1 set  efek distorsy untuk gitar

 

3 buah gitar

2 pasang speaker aktiv

Papan telur 72 buah

Terminal colokan listrik 4 buah

piano

3 set microphone

Karpet dinding 1 pasang

kabel  jek gitar ada 4 buah


 

 

3 pasang colokan kabel

            Setelah melihat keterangan dari populasi diatas dan membaca tabel populasi obyek dan subyek penelitian penulis mentipulkan bahwa subyek peneltian dan obyek penelitian sangat berketergantungan satu dengan yang lainnya, agar bisa mencapai hasil yang sempurna, sperti pada peneltian kali ini tidk ada masalaah yang menggangu jalanya penelitian ini. Erpaduan sempurna yang sama antara alatmusik, pengeras suara, peredam suara, dan alat pendukung lainnya dapat mengghasilkan suara alunan nada-nada yang indah serta tidak mengganggu para pemusik dan pendengarnya.

 

3.2       Lokasi Penelitian dan waktu penelitian


            Setelah penjelasan mengenai metode yang diambil penulis sebelum melakukan lokasi pnlitian harus dicantumkan juga dengan maksud penulisan proposal ini bisa sukses dan lancar hingga pengajuan skripsi nanti.

3.2.1.   Lokasi Penelitian

            Lokasi penelitian ini terletak di alamat JL. Raya Ragunan, Kel. Pasar Minggu, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nama dari studio musik tersebut adalah Fasol studio band yang tidak memiliki nomor bangunan karena didirikan di atas tanah pemerintah, atau bisa dikatakan studio musik ini merupakan bangunan liar.
             Lokasi dan tempat yang strategis tersebut membuat pemilik studio musik ini ingin menambahkan beberapa ruangan lagi dengan penambahan beberapa alat musik tertntu. Tetapi ada sedikit kejanggalan dari lokasi studio mesik tersebut, dimana studio yang harusnya tidak mengganggu warga sekitar dengan kebisingn ini sangat bertolak belakang dengan studio musik Fasol tersebut. Keuntungan dari studio tersebut adalaah lokasi yang sangat gampang terjangkau oleh para pelaku seni musik, dan berada di sekitar area bisnis warga sekitar.


 

3.2.2  Waktu penelitian

            Waktu yang diperlukan penulis untuk mlakukan penlitian ini di lapangan tidak lebih dari 4 jam, dimulai dari pukul 15:00 wib sampai pukul 19:00. Penulis menggunakan waktu yang cukup banyak ini untuk bermain band selama dua jam dan mmperhatikan semua suara yang dihasilkan oleh alat musik  tersebut dri luar akustik ruang tersebut. Sisa waktu yang tersisa olengan mencatat dan mendata semua alat musik serta peralatan lain yang terdapat dalam studio musik dan penulis juga menanyakan beberapa pertanyaan mengenai studio band musik kepada pemilik ruang akustik itu.

3.2.3   Alur Penelitian
           
           
Seperti dalam naskah atau teks, proposal juga sangat mmerlukan alur agar bisa mendapatkan hasil penelitian seperti yang diinginkan.

            Alur dari penelitian ini adalah alur maju, karna dalam melakukan studi lapangan penulis sudah mempersiapkan semua yang diperlukan dalam penelitian tata ruang akustik ini. Setelah semua oerlengkapan penelitian dan data-data pustaka sudah terkumpul peneliti hanya tnggal melakukan teliti lapangan atau studi lapamgan sehingga peneliti menyimpulkan bahwa alur dari penelitian ini adalah alur maju.

3.3       Anggaran Penelitian
             

            Dalam penelitan fonetik akustik pada tata ruang studio musik ini diperlukan anggaran yang bisa membantu penulis agar pnelitian ini lancar dan tepat waktu engan hasil yang memuaskan para pembacanya . Mengenai anggaran penelitian ini penulis berani mengeluarkan dana pribadi karena anggaran dari penelitian ini tidak begitu memekan banyak biaya.
Berikut daftar anggaran yang dikeluarkan dalam penelitian ini.

Daftar paket fasol studio band

Harga

Penggunaan jasa

Harga

Jumlah semua
anggaran

Paket 1 jam

Rp. 40.000



Paket 3 jam dan paket 1 jam.


Rp. 150.000




  
  Rp.159.000

Paket 3 jam

Rp. 110.000

Paket 5 jam

Rp. 180.000


Kopi 3 gelas

Rp. 9000

Kopi / gelas

Rp. 3000

            Semua yang sudah tertera dalam daftar anggaran penelitian merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini. Biaya perjalanan tidak dimasukan karena letak tempat penelitian atau studio musik ini dekat dari tempat tinggal penulis dan bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki sehingga biaya perjalanan tidak ada dalam daftar


3.4         Keterbatasan

            Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini penulis menyajikan keterbatasan dalam meneliti secara teknis yang jelas mempunyai dampak secara metodologis.
            Keterbatasan yang paling mendasar secara teknis seperti yang sudah penulis terangkan dalam konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian dimana tidak adanya alat ukur tingkatan suara yang harus dihasilkan oleh sebuah akustik ruang, sehingga penulis tidak mempunyai acuan yang cukup untuk meneliti akustik ruang yang dalam penelitian ini merupakan studio musik. Keterbatatasan yang berikutnya terletak pada minimnya pembaca yang mengerti tentang ilmu fonetik akustik ruang. Sehingga semoga dengan disahkanya proposal penelitian ini para pembaca dapat mengerti tentang ilmu fonologi tentang fonetik akustik ruang.






























DAFTAR PUSTAKA

Abdhul Chaer, 2010, Fonologi                                                                                          Bahasa Indonesia


ceritanya 'cerpen'

KUMBANG KEMBANG SEPATU


 Diiringi senja jingga dihari itu, terpaku aku menatap sang  kumbang yang sempat mampir di pucuk bunga kembang sepatu  didepan kamar hotel itu, mataku terpaku terdiam seakan mengerti apa yang sedang mereka perbincangkan, seperti ingin mejalin tali kasih yang pernah hilang terhempas hari yang jenuh. Senja masih menunggu si kumbang jantan untuk menyelesaikan tugas dari sang ratu katanya, sementara aku masih sibuk menelaah apa yang terjadi dengan kumbang dan kembang itu?, seperti ada rahasia diantara keduanya, tak habis mataku terlepas melihat tingkah laku kumbang mengemis meminta      belaskasihan agar sang kembang bersedia memberi setetes sarinya yang manis dan lembut itu, aku teringat akan  kawan kecilku dulu,  bersama kami berangkat menuju sekolah setiap harinya.
                Pernah sekali dia berniat cerita tentang pengalaman intimnya,
Sambil dia membelikanku sebatang gudang garam, agar aku mendengarkan cerita anehnya itu,
tak pernah terlintas dalam otakku yang kecil ini dia akan bercerita tentang  pengalamannya itu,  dia seorang gadis yang masih belum cukup umur untuk berhubungan badan pikirku, maklum dia masih duduk dibangku SMP, tetapi apalah dayaku, dia sudah duluan membuka percakapan yang tak lazim ini, sementara percakapan itu dimulai terdengar suara menggelegar dari luar jendela petanda akan datangnya petir,guntur dan sahabat mereka hujan, sambil mendengarkan suara sang gadis yang sudah tak ‘gadis lagi’ ini, aku berdiri menutup jendela kamarku yang sempit itu, dan dia kembali lagi mengeraskan suara lembutnya itu. seiring dengan ceritanya  ruangan kamar itu dipenuhi nafsu birahi  terbius dipikiranku yang jorok ini, karena mendengar pengakuan dari anak tetanggaku bernama Nona. Aku  sempat berpikir untuk mengikuti emosi ego yang aku miliki, tapi sorot matanya menghalang semua apa yang ingin aku lakukan, dengan sebuah pertannyaan.
“Kalau pengalamanya kamu seperti apa kak?”
Kaget dengan ekspresi diam dan ragu aku mulai memberanikan diri menggerakan bibir yang sempat kaku ini.
“ kalau saya belum pernah Nona” 
sambil menyimpulkan senyuman aku menjawab,
dia juga tersenyum malu sempat takut, seperti dia malu dengan apa yang dia tanyaakan, sesaat suasana kamar itu hening hanya suara guntur menggelagar dari luar jendela, aku memaksa merubah suasana canggung itu dengan baik,
“nona mau teh?”
dengan senyuman manis yang keluar dari bibir mungil itu dia berdiri sambil berkata
“saya bisa buat teh sendiri kak, boleh?” jawabnya
                Serentak Nona menuju ke dapur hendak membuatkanya sendiri ,seperti petir menyambar tubuhku saat permukaan kulitnya yang mulus itu tak disangka menyentuh jemariku pada saat dia hendak berdiri dari kasur yang berbahankan kapuk ini,  aku terbius sesaat, padahal kontak ini sering terjadi antara kami berdua tetapi berbeda  kali ini tak tahu kenapa berbeda rasanya,  Mungkin karena batin yang bercampur ego birahi tinggi sedang menghantui pikiranku, sang nona hanya melemparkan senyum indahnya lagi kali ini, apa maksud senyuman itu? tanyaku dalam hati.
Aku berniat membantu sang Nona kali ini dengan senang hati, dia memintaku agar menunggu air sampai mendidih, sementara dia menyiapkan bahan-bahan tehnya itu, kontak yang tadinya terjadi kali ini sangat sering, maklum dapur rumahku sempit hanya seukuran 1/3 dari besar kamar tidurku, aku tak bisa menahan birahiku kali ini mencoba menahan anuku yang mulai terangsang naluri untuk melanjutkan kontak ini ketahap selanjutnya, tak disangka Nona mencoba menerima ransangan yang aku berikan dengan sentuhan yang sangat berbeda, seperti sudah terlatih aku mencoba memahami maksud dari bahasa tubuh itu, seakan tubuhku terhepas dari dunia yang indah menuju kesempurnaan surga oleh sentuhan dosa yang terjalin diantara kami berdua, diam sejenak setelah adegan intim ini terjadi,
 aku memeluknya dan bicara,
“kamu suka?”
“suka kaka”  jawabnya, dengan senyum dia berbicara padaku sambil merangkulku dengan erat bagian tubuhku yang hampir telanjang bulat ini dan menutup mata seakan ingin sejenak terlelap dalam pangkuanku, aku mulai berlagak membakar selinting tembakau yang kubeli sendiri kemarin sambil mengelus kepal anak gadis anak tetangga ini, terseyum puas keluar dari bibir yang berbau tembakau ini, seakan aku telah mencicipi tembakau terbaik dunia pikirku.
                Beberapa saat berlalu dengan indah, sang Nona itu terbangun dengan sedikit kecupan manis yang berharga dia berikan padaku, bukan untuk menyampaikan perpisahan, tapi lebih dari kecupan permulaan dia berikan. Sore ini aku mendapatkan kado indah dan sebagai pengalaman berharga yang diberikan gadis SMP itu.
                Benih cinta yang hampir tak ada saat kami berhubungan itu kini mulai tumbuh menjadi suatu perasaan saling memiliki, menjaga, memenuhi, dan menjaga kepercayaan.  Kami berniat untuk merahasiakn hubungan ini hingga tunggu saat yang tepat untuk menceritakannya pada orang tua kami masing-masing, suatu kali ketika si nona ingin menyelesaikan pendidikannya kejenjeng yang lebih tinggi (SMA),  kami ulai berpikir untuk memberitahukan hubungan kami kepada kedua orang tua sebelum dia dipindahkan kesekolah yang ada di kota kabupaten. Aku memberanikan diri membusungkan dada menghadap kedua orangtuannya dan berani berkata jujur, pintu rumahnya ku ketuk sambil menyahutkan salam
“selamat siang”
kudengar langkah kaki yang anggun menghampiri daun pintu itu, serta terdengar suara
“siang”  ternyata itu adalah saudara perempuan sulung nona yang kebetulan dulunya satu SMA sama denganku,
“ eeee Rina, apa kabar? Bapak ada?  Sapaku sambil meyimpulkan senyum itu,
“eeee Hendrik, baik Hen, kau apa kabar? Iya bapak ada, kenapa , ada perlu?
“ iya iya Rin sehat Rin, ada yang ingin saya sampaikan sama bapak, hehehe “
“ masuk Hen, tunggu yah, saya panggil bapa dulu”
, sambil mempersilahkan saya untuk duduk,  Rina menuju ke ruang kerja orangtuanya yang tepat berada di lantai dua rumah mereka, sementara Rina menaiki tangga, sang kembang yang membuatku beranikan diri datang kehadapan orangtuannya muncul diantara gorden pemisah kamar makan dan ruang tamu itu datang menghampiri  aku dengan sorot mata yang keduanya indah dilihat, yang paling membuatku takjub adalah ketika sang Nona itu datang dengan sepasang piyama polos, dan menambah keindahan kecantikan alami dari sang Nona.
“ dari tadi sayang?”  menghampiriku dan memberanikan diri mengecup bibirku yang kaku, aku hanya bisa terdiam menerima sepasang bibir manis itu kali ini,
“ iya sayang, bapa ada?”
“ itu ada” 
aku berdiri beranikan diri bersalaman dengan orang tua nona yang berpangkat jendral itu,
“eee Hendrik, ada perlu Hendrik?
“iya om, ada yang ingin saya sampaikan om”
, sahutku kembali
“ sampaikan saja Hendrik, santai saja, silahkan kopinya diminum dulu”, sambil menunjukan gelas yang penuh terisi paduan antara  gula dan kopi, disajikan dengan penuh cinta dari penyajinya.
“itu kopinya yang putar si Nona,” sahut bapak jendral dengan kumisnya yang rapi tak karuan,
“iya om, pantas nikmat sekali rasanya”
candaan kusampaikan agar suasana diruangan ini menjadi dingin, setelah menikmati manisnya tegukan dari kopi aku mulai memotong pembicaraan dengan berkata,
“ saya datang kemari untuk menjelaskan hubungan yang telah saya jalin dengan anak om, si nona” serentak suasana ruang tamu ini berubah menjadi sangat dramatis dan tak disanggka senyuman yang keluar dari bibir berbulu bapak jendral itu kembali memperbaik suasana yang sebelumnya kaku,
“ iya saya sudah dengar semuanya dari si Nona, saya setuju dengan hubungan kalian berdua,tapi si Nona harus menyelesaikan sekolahnya dulu, dan kamu harus menekuni usaha ayam bakar bapak mu itu, begitu hendik!” paham”? sahutnya,
pernyataan itu adalah hadiah natal terindah yang pernahku dapatkan, dengan suara agak lantang saya menyetujui persyaratan yang telah disampaikan oleh bapak jendral berkunis itu,
“ iya om saya setuju sekali, terima kasih banyak om” 
                Setelah berbicara panjang lebar dengan bapak jendral itu aku berniat mengajak si Nona untuk keluar sebentar menghirup udara segar di sekitar perkebunan cengkeh milik sang jendral, setelah mendapat izin dari sang jendral , kami segera bergegas menuju kebun cengkeh yang letknya tak jauh dari rumah mereka, disana hanya terdapat beberapa pohon cengkeh yang rimbun dan berbuah lebat. Aku bersandar niat untuk sekedar melepas lelah setelah percakapan yang sangat menguras mental ini, si Nona yang berpiyama tadi mendarat langsung merangkul tubuhku,
“kamu hebat sayang” sahutnya sambil kembali merangkulku dengan mesra
“ terima kasih sayang” kataku sambil memeluk mencium dan mulai mencumbunya, dosa yang nikmat itu  kembali terulang tak kala senja jingga sang hari muncul diufuk barat.

                Hubungan percintaan kami semakin erat, hamper tak ada masalah ayang menghantui hubungan ini, hingga saat yang dinanti-nantipun tiba, sebulan setelah si Nona lulus SMA dan usahaku sukses,  memiliki cabang dimana-mana, aku berniat untuk melamar Nona, dan lamaranku diterima dengan baik dari pihak si Nona. Dari semua urusan adat hingga resepsi pernikahanpun sukses, aku terharu menitihkan air mata bahagia, dimana gadisyang dari kecil adlah teman baikku, sekarang sudah menjadi pendamping hidupku sampai nanti aku mati kelak.
                Satu minggu setelah resepsi pernikahan itu kami memutuskan untuk pergi berbulan madu ke pulau Bali menetap disana untuk beberapa minggu.  Berjalan-jalan menikmati alamnya yang tak sesejuk alam dikampung halaman kami, Bali memberi sedikit pesona bulan madu yang kami dambakan.
ditempat yang indah inilah aku melihat sang kumbang datang menyapa sang kembang sepatu berharap terjadi jalinan kasih yang diharapkan sang kumbang.