Standard Fonetik ‘Akustik Ruang’ Pada Studio
Musik
Yuliant Fransiskus barus
BAB I
PENDAHULUAN
Musik
Yuliant Fransiskus barus
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Fonologi merupakan ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Fonologi diartikan
sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang
diproduksi oleh alat ucap manusia. Bidang kajian fonologi adalah bunyi bahasa
sebagai satuan terkecil dari ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku
kata.
Asal
kata fonologi, secara harfiah sederhana, terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi) dan logi (yang berarti ilmu). Dalam khazanah bahasa Indonesia,
istilah fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda, yaitu fonologie.
Fonologi
terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik. Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari
bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan.
Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang
berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa. Dengan kata
lain, fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi
bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia.
Sementara itu, Fonemik adalah bagian fonologi yang
mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.
Kita mengetahui dewasa ini bahwa musik merupakan salah satu aspek kesenian yang sangatmelekat didalam keseharian kita. Musik merupakan perpaduan dari rangkaian nada yang dibunyikan skaligus dan memiliki tempo yang seirama. Perpaduan musik juga memerlukan beberapa pemain yang bisa memadukan keselarasan beberapa nada minor dan mayor. Para pemein musik juga harus mempinyai beberapa keahlian yang didasari dengan belajar, agar bisa kompak dalam memadukan musik yang dimainkan, sehingga diperlukan adanya studio musik dengan standar fonologi fonetik akustik pada tata ruangan studio musik tersebut
Banyak
para pelaku seni musik ingin membangun studio musik sndiri baik mereka itu
pemula, profesional, maupun hanya sekedar hobi saja Ada banyak hal yang harus
dipertimbangkan dan direncanakan terlebih dahulu jika ingin membangun studi musik. Seperti tata letak, bentuk
ruangan dan lokasi ruangan studio musik tersebut. Sehingga suara bising yang
dihasilkan tidak merusak proses bermusik kita, ataupun mengganggu warga yang berada
disekitar lokasi studio musik.
1.2 Perumusan Masalah
Ada beberapa masalah yang sering
timbul pada para musisi sehingga studio musik yang dimiliiki mereka terkadang
menyebabkan kebisinngan disekitar area studio tersebut. Pertanyaan penulis kali
ini adalah
Lokasi dari studio musik ini asangat
berpengaruh bagi para penikmat jasa studi tersebut maupun warga yang barda
sekitar area studi musik tersebut apakah di area yang cukup padat penduduknya?
bila iya, sebaiknya jangan sampai suara studio musik kita mengganggu ketenangan
tetangga.
Lalu apakah studio musik akan berada didaerah yang bising? bila iya, pasti akan sangat mengganggu sekali bila sedang bermain musik terganggu oleh suara bajaj dan sepeda motor. Solusi untuk kedua masalah diatas adalah dengan memasang peredam, yang fungsinya selain menahan suara dari dalam studio musik agar tidak mengganggu tetangga, juga berlaku sebaliknya, agar suara bising tidak mengganggu proses bermusik kita. Sebaiknya lokasi ideal dari sebuah setudio musik letaknya agak jauh dari pemukiman warga dan jalan raya umum.
Lalu apakah studio musik akan berada didaerah yang bising? bila iya, pasti akan sangat mengganggu sekali bila sedang bermain musik terganggu oleh suara bajaj dan sepeda motor. Solusi untuk kedua masalah diatas adalah dengan memasang peredam, yang fungsinya selain menahan suara dari dalam studio musik agar tidak mengganggu tetangga, juga berlaku sebaliknya, agar suara bising tidak mengganggu proses bermusik kita. Sebaiknya lokasi ideal dari sebuah setudio musik letaknya agak jauh dari pemukiman warga dan jalan raya umum.
2. Bagaimana
Bentuk Ruangan Studio Musik yang baik dan benar?
Bentuk ruangan sangat berpengaruh terhadap
suara yang akan dihasilkan nantinya. Ada baiknya kita selalu berkonsultasi
dengan ahlinya, untuk mendiskusikan mengenaik pemasangan akustik ruang di studio musik kita. Akustik Ruang
sangat jauh berbeda fungsinya dengan peredam. Disaat peredam berfungsi untuk
mengisolasi sebuah studio musik, akustik ruang
melakukan perbaikan pantulan-pantulan suara yang terjadi didalam studio musik kita, agar semua
spektrum audio dari segala frekwensi dapat terdengar dengan jelas, seimbang,
maksimal, dan pastinya nyaman.
3. Dimana
posisi colokan Listrik pada studio musik?
Banyak yang sering meremehkan
masalah listrik saat membangun studio musik, padahal listrik adalah tenaga
yang membuat semua alat musik kita dapat menyala. Yang perlu diperhatikan dalam
hal listrik adalah, pastikan bahwa semua colokan listrik didalam studio
musik anda memiliki ground /
koneksi ke tanah. Hal ini akan meminimalisasi bising dan tingkat kesetrum
didalam studio musik. Jangan lupa juga untuk
memastikan kapasitas listrik yang akan digunakan, dan menyiapkan jalur-jalur
listrik agar rapih. Studio musik yang rapih tentunya akan
membuat kita semakin nyaman berada di dalam studio musik tersebut.
4. Apakah studio musik anda akan digunakan sebagai studio musik untuk
berlatih bersama band? atau studio musik untuk rekaman?
Dengan mengetahui dan merencanakan
tujuan-tujuan pembangunan studio musik kita sejak dini, akan mempermudah
pembangunan, serta pengambilan keputusan pun bisa lebih efisien. Bisa juga kita
membangun studio
musik yang bisa digunakan
untuk latihan dan rekaman, dengan pengeluaran yang membengkak juga tentunya.
Untuk sebuah studio musik latihan, kita memerlukan alat alat musik yang lengkap, serta sistem tata suara yang baik.
Jikalau kita berencana untuk membuat studio musik kita memadai untuk proses rekaman, jangan lupa untuk merencanakan sebuah ruangan lagi, yang akan difungsikan sebagai ruangan kontrol. Sebaiknya antara studio musik latihan dan ruang kontrol diberi kaca, agar orang dapat saling berkomunikasi secara visual.
Untuk sebuah studio musik latihan, kita memerlukan alat alat musik yang lengkap, serta sistem tata suara yang baik.
Jikalau kita berencana untuk membuat studio musik kita memadai untuk proses rekaman, jangan lupa untuk merencanakan sebuah ruangan lagi, yang akan difungsikan sebagai ruangan kontrol. Sebaiknya antara studio musik latihan dan ruang kontrol diberi kaca, agar orang dapat saling berkomunikasi secara visual.
5. Alat Rekam apa saja yang digunakan pada
sebuah studio musik?
Studio Musik yang mampu melakukan proses rekaman tentunya memerlukan alat alat rekam yang memadai, yang utama harus dimiliki adalah sebuah komputer, AD-DA-Converter, Speaker, Microphone, audio processor, dan sebagainya. Tentunya kita juga harus belajar bagaimana cara menggunakannya agar maksimal. Jangan lupa untuk memilih software yang cocok pada komputer kita, baik itu software untuk merekam atau software untuk mixing.
Studio Musik yang mampu melakukan proses rekaman tentunya memerlukan alat alat rekam yang memadai, yang utama harus dimiliki adalah sebuah komputer, AD-DA-Converter, Speaker, Microphone, audio processor, dan sebagainya. Tentunya kita juga harus belajar bagaimana cara menggunakannya agar maksimal. Jangan lupa untuk memilih software yang cocok pada komputer kita, baik itu software untuk merekam atau software untuk mixing.
Satu hal yang perlu diketahui dan
diingat dalam membangun studio musik sendiri, yaitu: Tidak semuanya harus
mahal. Itulah inti dari membangun studio musik sendiri, supaya kita belajar dan
mencari ilmu baru yang mendukung dalam proses kita membangun studio
musik.
Janganlah ragu untuk mencari pengetahuan tentang peredam ruangan, akustik ruang, alat rekaman, alat musik, dan sebagainya. Bertanya dan berkonsultasilah jika bingung.
Maka kita pun dapat membangun studio musik sendiri tanpa biaya yang terlalu besar.
Janganlah ragu untuk mencari pengetahuan tentang peredam ruangan, akustik ruang, alat rekaman, alat musik, dan sebagainya. Bertanya dan berkonsultasilah jika bingung.
Maka kita pun dapat membangun studio musik sendiri tanpa biaya yang terlalu besar.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
Tujuan Penelitian
a.
Tujuan Umum : tujuan umum proposal ini ditulis ingin menjelaskan kepada semua
pembaca diluar sana agar mengerti tentang ilmu fonetik akustik ruang merupakan
cabang ilmu fonologi dalam kajian ilmu inguistik. Dengan pembaca memahami semua
yang tertera dalam proposal ini maka pembaca umum yang ingin membangun sebuah bangunan
agar bisa memperhatikan dengan benar tata cara membangun akustik ruang sebuah
bangunan.
b.
Tujuan Khusus : proposal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang
didapatkan dari lapangan kepada para pembacanya yang bergelut didunia musik
agar para musisi tersebut mengerti tentang tata ruang akustik sebuah studio
musik jika ingin membangunstudio musik. Dengan memahami rumusan masalah dar
proposal ini para pembaca dipastikan tahu semua tata cara untuk membangun
sebuah studio musik. Memahami cara mengatur alat musik, penggunaan pengeras
suara serta memahami tentang manfaat dari peredam suara.
4. Letak masalah penelitian dalam konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian
Dalam
mengambil data-data yang diperlukan penulis sebelum melakukan penelitian
ditemukan beberapa masalah dalan konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak
dan dasar penelitian ini. Masalah yang paling mendasar dalam ilmu fonologi
tentang fonetik akustik ruang adalah tidak adanya alat untuk mengukur stendarisasi
sebuah akustik ruang di Indonesia, sehinnga penulis beranggapan bahwa dalam
melakuakan penelitian ini penulis bebas menentukan tentang standarisasi penggunaan
akustik ruang pada studi musik.
Pada penelitian kali ini penulis menciba menemukan letak masalah standarisasi akustik ruang pada studio musik tanpa bantuan alat ukur fontik akustik ruang. Penulis mengukur standarisasi akustik ruang ini hanya dengan menggunakan semua panca indranya atau artikulator (organ tubuh) sehingga hasil dari penelitian ini betul-betul hanya brdasarkan indera dari penulis sebagai alat ukur.
2.2 Tinjauan
pustaka
Tinjauan pustaka Penulis
melakukan tinjauan pustaka bertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan penulis
mengetahui apa objek yang ingin diteliti, dengan pndekatan pustaka yang
dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh
terhadap kelancaran penelian ini. Tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada
proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di
perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media
online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internt agar dapat di olah
kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.
Sumber yang didapat
1. Buku fonologi bahasa indonesia karangan Abdhul Chaer tahun 2010
2. Buku pengantar linguistik umum karangan Abdhul Chaer tahun 2009
3. http://studiomusik.net/index.php/klinik-musik/55-membangun-studio-musik-sendiri.html
2.3 Kerangka Teori
Teori teori yang terdapat dalam
penelitian ini berupa penyapain pendapat atau masukan dari beberapa kenalan
penulis tentang ilmu fonologi akustik serta beberapa info dasar mengenai studio
musik. Panduan akan buku-buku yang merupakan landasan teori mendasar dalam
melakukan penelitian ini. Banyak penelitian yang gagal dikarenakan oleh
kerangka teori yang belum sempurna, dalan penelitian ini penulis mencari tahu
tentang buku-buku yang diinformasikan kepada penulis oleh kerabatnya seperti
yang sudah tercantum pada tinjauan pustaka diatas. Oleh karena itu penelitian
yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan
oleh kerabat atau sahabat dari penulis. Jika penulis tidak mempunyai kerangka
teori dalam penulisan proposal ini maka penulis akan sangat sulit mlakukan
penelitian.
2.4 Variabel
Variabel atau faktor yang diamati atau diteliti dalam sebuah penelitian itu sangat diperlukan.
dalam penelitian ini penulis mnemukan beberapa variabel atau faktor yang mendukung berhasilnya penelitian tentang ilmu fonetik akusstik ruang pada studio musik.
Berikut beberapa faktor yang mendukung penelitian ini.
1. Tinjauan pustaka yang mudah diakses melalui perlustakaan unversitas, dan perpustakaan fakultas.
2. Sarana buku yang semuanya berasal dari perpustakaan universitas nasional dan fakulatas bahasa dan sastranya.
3. Akses intrnet yang mempermudah penulis untuk mencari beberapa informasi
tentang
studio musik yang lengkap dengan alat-alat musiknya.
4. Akses yang mudah menuju lokasi penelitian dengan hanya berjalan kaki dari tempat tinggal tman atau anggota band penulis.
4. Akses yang mudah menuju lokasi penelitian dengan hanya berjalan kaki dari tempat tinggal tman atau anggota band penulis.
2.5 Hipotesis
Dengan pendekatan pustaka yang dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internet agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.
Teori teori yang terdapat dalam penelitian ini berupa penyapain pndapat atau masukan dari beberapa kenalan penulis tentang ilmu fonologi akustik seta beberapa info mengenai studio musik. Panduan akan buku buku yang merupakan landasan teori dalam melakukan penelitian ini. Oleh karena itu penelitian yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan oleh kerabat atau sahabat dari penulis.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Metode penelitian
Penulis mellakukan pendekatan secara
langsung yang bertujuan agar hasil yang dicapai penulis dalam menyusun proposal
ini sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada dilapangan.
dalam penelitian ini penulis juga menggunakan pendekatan pustaka, seperti
penulisan proposal yang lainnya.
Penulis melakukan pendekan
pustaka nertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan penulis mengetahui apa objek yang ingin
diteliti, dengan pndekatan pustaka yang dilakukan penulis bberapa minggu
sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelitian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari
data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang
terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa
sumber dari internt agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan
proposal ini.
3.1 Populasi
Dalam melakukan penelitian ini
penulis menggunakan beberapa populasi serta sample yang ada di lapangan
beberepa populasi itu meliputi jumlah orang yang ada di lapangan pada saat
penelitian ini berlangsung serta beberapaalat musik yang terdapat pada lokasi penelitian
yang berupa studio musik.
populasi
Dalam metode penelitian ini penulis
jugs menambahkan populasi merupakan keseluruhan
subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun
obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Subyek penelitian ini adalah
anggota grup band yang dimiliki oleh penulis sendiri yang beranggotakan 3
(tiga) orang, serta pemilik skaligus penjaga dari studio musik ini sendiri.
Obyek pada penelitian lapangan ini adalah beberapa
Alat musik : 1
(satu) set drum lengkap dengan mic drumnya, 3 (tiga) buah gitar yaitu:
Gitar
melodi, gitar bass, gitar pengiring melodi, dan 1 buah piano.
Pengeras suara : Microphone 3 (tiga) set
masing masing berbeda fungsinya ada untuk vokal I (vokalis) vocal II dan vocal III , speaker pengeras suara 4 (empat) buah, amplifier 1 (satu) pasang.
Peredam suara : Spons busa 1 buah dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter, Papan
telur bekas sebanyak 72 buah , dan
Karpet dinding 1 pasang yang terdiri dari 2 buah dan memiliki ukuran yang sama dengan spons busa
berukuran 3 X 2 meter diatas.
Subyek penelitian
|
Obyek penelitian
|
|||
|
Grup band
|
Alat musik
|
Pengeras suara
|
Peredam suara
|
Alat pendukung
|
|
Pemilik studio musik
|
1 set drum
lengkap
|
1 pasang
amplifier
|
Spons busa 1
buah
|
1 set efek distorsy untuk gitar
|
|
|
3 buah gitar
|
2 pasang speaker aktiv
|
Papan telur 72 buah
|
Terminal colokan listrik 4 buah
|
|
piano
|
3 set microphone
|
Karpet dinding 1 pasang
|
kabel jek gitar ada 4 buah
|
|
|
|
|
|
3 pasang colokan kabel
|
|
Setelah melihat keterangan dari
populasi diatas dan membaca tabel populasi obyek dan subyek penelitian penulis
mentipulkan bahwa subyek peneltian dan obyek penelitian sangat
berketergantungan satu dengan yang lainnya, agar bisa mencapai hasil yang
sempurna, sperti pada peneltian kali ini tidk ada masalaah yang menggangu
jalanya penelitian ini. Erpaduan sempurna yang sama antara alatmusik, pengeras
suara, peredam suara, dan alat pendukung lainnya dapat mengghasilkan suara
alunan nada-nada yang indah serta tidak mengganggu para pemusik dan
pendengarnya.
3.2 Lokasi
Penelitian dan waktu penelitian
Setelah penjelasan mengenai
metode yang diambil penulis sebelum melakukan lokasi pnlitian harus dicantumkan
juga dengan maksud penulisan proposal ini bisa sukses dan lancar hingga
pengajuan skripsi nanti.
3.2.1. Lokasi
Penelitian
Lokasi penelitian ini terletak
di alamat JL. Raya Ragunan, Kel. Pasar
Minggu, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nama dari studio musik tersebut
adalah Fasol studio band yang tidak
memiliki nomor bangunan karena didirikan di atas tanah pemerintah, atau bisa
dikatakan studio musik ini merupakan bangunan liar.
Lokasi dan tempat yang strategis tersebut
membuat pemilik studio musik ini ingin menambahkan beberapa ruangan lagi dengan
penambahan beberapa alat musik tertntu. Tetapi ada sedikit kejanggalan dari
lokasi studio mesik tersebut, dimana studio yang harusnya tidak mengganggu
warga sekitar dengan kebisingn ini sangat bertolak belakang dengan studio musik
Fasol tersebut. Keuntungan dari studio tersebut adalaah lokasi yang sangat
gampang terjangkau oleh para pelaku seni musik, dan berada di sekitar area
bisnis warga sekitar.
3.2.2 Waktu
penelitian
Waktu yang diperlukan penulis untuk
mlakukan penlitian ini di lapangan tidak lebih dari 4 jam, dimulai dari pukul
15:00 wib sampai pukul 19:00. Penulis menggunakan waktu yang cukup banyak ini
untuk bermain band selama dua jam dan mmperhatikan semua suara yang dihasilkan
oleh alat musik tersebut dri luar
akustik ruang tersebut. Sisa waktu yang tersisa olengan mencatat dan mendata
semua alat musik serta peralatan lain yang terdapat dalam studio musik dan
penulis juga menanyakan beberapa pertanyaan mengenai studio band musik kepada
pemilik ruang akustik itu.
3.2.3 Alur Penelitian
Seperti dalam naskah atau
teks, proposal juga sangat mmerlukan alur agar bisa mendapatkan hasil
penelitian seperti yang diinginkan.
Alur dari penelitian ini
adalah alur maju, karna dalam melakukan studi lapangan penulis sudah
mempersiapkan semua yang diperlukan dalam penelitian tata ruang akustik ini.
Setelah semua oerlengkapan penelitian dan data-data pustaka sudah terkumpul
peneliti hanya tnggal melakukan teliti lapangan atau studi lapamgan sehingga peneliti
menyimpulkan bahwa alur dari penelitian ini adalah alur maju.
3.3 Anggaran Penelitian
Dalam penelitan fonetik akustik pada
tata ruang studio musik ini diperlukan anggaran yang bisa membantu penulis agar
pnelitian ini lancar dan tepat waktu engan hasil yang memuaskan para pembacanya
. Mengenai anggaran penelitian ini penulis berani mengeluarkan dana pribadi
karena anggaran dari penelitian ini tidak begitu memekan banyak biaya.
Berikut daftar anggaran yang dikeluarkan dalam penelitian ini.
Daftar paket fasol studio
band
|
Harga
|
Penggunaan jasa
|
Harga
|
Jumlah semua
anggaran |
Paket 1 jam
|
Rp. 40.000
|
Paket 3 jam dan paket 1 jam.
|
Rp. 150.000
|
Rp.159.000
|
Paket 3 jam
|
Rp. 110.000
|
|||
Paket 5 jam
|
Rp. 180.000
|
Kopi 3 gelas
|
Rp. 9000
|
|
Kopi / gelas
|
Rp. 3000
|
Semua
yang sudah tertera dalam daftar anggaran penelitian merupakan keseluruhan biaya
yang dikeluarkan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini. Biaya perjalanan
tidak dimasukan karena letak tempat penelitian atau studio musik ini dekat dari
tempat tinggal penulis dan bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki sehingga biaya
perjalanan tidak ada dalam daftar
3.4
Keterbatasan
Dalam
setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut
ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini penulis menyajikan keterbatasan dalam
meneliti secara teknis yang jelas mempunyai dampak secara metodologis.
Keterbatasan
yang paling mendasar secara teknis seperti yang sudah penulis terangkan dalam
konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian dimana tidak
adanya alat ukur tingkatan suara yang harus dihasilkan oleh sebuah akustik
ruang, sehingga penulis tidak mempunyai acuan yang cukup untuk meneliti akustik
ruang yang dalam penelitian ini merupakan studio musik. Keterbatatasan yang
berikutnya terletak pada minimnya pembaca yang mengerti tentang ilmu fonetik
akustik ruang. Sehingga semoga dengan disahkanya proposal penelitian ini para
pembaca dapat mengerti tentang ilmu fonologi tentang fonetik akustik ruang.
DAFTAR PUSTAKA
Abdhul Chaer, 2010, Fonologi
Bahasa Indonesia
Abdhul Chaer ,2009, Pengantar Linguistik Umum
3 http://studiomusik.net/index.php/klinik-musik/55-membangun-studio-musik-sendiri.html
3 http://studiomusik.net/index.php/klinik-musik/55-membangun-studio-musik-sendiri.html