Kamis, 09 April 2015

Proposal penelitian

Standard Fonetik ‘Akustik Ruang’ Pada Studio    
Musik

Yuliant Fransiskus barus

BAB I

 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
            Fonologi merupakan ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya. Fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia. Bidang kajian fonologi adalah bunyi bahasa sebagai satuan terkecil dari ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata.
            Asal kata fonologi, secara harfiah sederhana, terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi) dan logi (yang berarti ilmu). Dalam khazanah bahasa Indonesia, istilah fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda, yaitu fonologie.
            Fonologi terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik. Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa. Dengan kata lain, fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Sementara itu, Fonemik adalah bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.

            Kita mengetahui dewasa ini bahwa musik merupakan salah satu aspek kesenian yang sangatmelekat didalam keseharian kita. Musik merupakan perpaduan dari rangkaian nada yang dibunyikan skaligus dan memiliki tempo yang seirama. Perpaduan musik juga memerlukan beberapa pemain yang bisa memadukan keselarasan beberapa nada minor dan mayor. Para pemein musik juga harus mempinyai beberapa keahlian yang didasari dengan belajar, agar bisa kompak dalam memadukan musik yang dimainkan, sehingga diperlukan adanya studio musik dengan standar fonologi  fonetik akustik pada tata ruangan studio musik tersebut
            Banyak para pelaku seni musik ingin membangun studio musik sndiri baik mereka itu pemula, profesional, maupun hanya sekedar hobi saja Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan direncanakan terlebih dahulu jika ingin membangun studi musik. Seperti tata letak, bentuk ruangan dan lokasi ruangan studio musik tersebut. Sehingga suara bising yang dihasilkan tidak merusak proses bermusik kita, ataupun mengganggu warga yang berada disekitar lokasi studio musik.
           




1.2  Perumusan Masalah

            Ada beberapa masalah yang sering timbul pada para musisi sehingga studio musik yang dimiliiki mereka terkadang menyebabkan kebisinngan disekitar area studio tersebut. Pertanyaan penulis kali ini adalah

1. Dimanakah lokasi studio musik akan dibangun?
            Lokasi dari studio musik ini asangat berpengaruh bagi para penikmat jasa studi tersebut maupun warga yang barda sekitar area studi musik tersebut apakah di area yang cukup padat penduduknya? bila iya, sebaiknya jangan sampai suara studio musik kita mengganggu ketenangan tetangga.
            Lalu apakah studio musik akan berada didaerah yang bising? bila iya, pasti akan sangat mengganggu sekali bila sedang bermain musik terganggu oleh suara bajaj dan sepeda motor. Solusi untuk kedua masalah diatas adalah dengan memasang peredam, yang fungsinya selain menahan suara dari dalam studio musik agar tidak mengganggu tetangga, juga berlaku sebaliknya, agar suara bising tidak mengganggu proses bermusik kita. Sebaiknya lokasi ideal dari sebuah setudio musik letaknya agak jauh dari pemukiman warga dan jalan raya umum.

2. Bagaimana  Bentuk Ruangan Studio Musik yang baik dan benar?

            Bentuk ruangan sangat berpengaruh terhadap suara yang akan dihasilkan nantinya. Ada baiknya kita selalu berkonsultasi dengan ahlinya, untuk mendiskusikan mengenaik pemasangan akustik ruang di studio musik kita. Akustik Ruang sangat jauh berbeda fungsinya dengan peredam. Disaat peredam berfungsi untuk mengisolasi sebuah studio musik, akustik ruang melakukan perbaikan pantulan-pantulan suara yang terjadi didalam studio musik kita, agar semua spektrum audio dari segala frekwensi dapat terdengar dengan jelas, seimbang, maksimal, dan pastinya nyaman.

3.  Dimana posisi colokan Listrik pada studio musik?

            Banyak yang sering meremehkan masalah listrik saat membangun studio musik, padahal listrik adalah tenaga yang membuat semua alat musik kita dapat menyala. Yang perlu diperhatikan dalam hal listrik adalah, pastikan bahwa semua colokan listrik didalam studio musik anda memiliki ground / koneksi ke tanah. Hal ini akan meminimalisasi bising dan tingkat kesetrum didalam studio musik. Jangan lupa juga untuk memastikan kapasitas listrik yang akan digunakan, dan menyiapkan jalur-jalur listrik agar rapih. Studio musik yang rapih tentunya akan membuat kita semakin nyaman berada di dalam studio musik tersebut.

4. Apakah studio musik anda akan digunakan sebagai studio musik untuk berlatih      bersama band? atau studio musik untuk rekaman?

            Dengan mengetahui dan merencanakan tujuan-tujuan pembangunan studio musik kita sejak dini, akan mempermudah pembangunan, serta pengambilan keputusan pun bisa lebih efisien. Bisa juga kita membangun studio musik yang bisa digunakan untuk latihan dan rekaman, dengan pengeluaran yang membengkak juga tentunya.
            Untuk sebuah studio musik latihan, kita memerlukan alat alat musik yang lengkap, serta sistem tata suara yang baik.
Jikalau kita berencana untuk membuat studio musik kita memadai untuk proses rekaman, jangan lupa untuk merencanakan sebuah ruangan lagi, yang akan difungsikan sebagai ruangan kontrol. Sebaiknya antara studio musik latihan dan ruang kontrol diberi kaca, agar orang dapat saling berkomunikasi secara visual.

 

5. Alat Rekam apa saja yang digunakan pada sebuah studio musik?

            Studio Musik yang mampu melakukan proses rekaman tentunya memerlukan alat alat rekam yang memadai, yang utama harus dimiliki adalah sebuah komputer, AD-DA-Converter, Speaker, Microphone, audio processor, dan sebagainya. Tentunya kita juga harus belajar bagaimana cara menggunakannya agar maksimal. Jangan lupa untuk memilih software yang cocok pada komputer kita, baik itu software untuk merekam atau software untuk mixing.
            Satu hal yang perlu diketahui dan diingat dalam membangun studio musik sendiri, yaitu: Tidak semuanya harus mahal. Itulah inti dari membangun studio musik sendiri, supaya kita belajar dan mencari ilmu baru yang mendukung dalam proses kita membangun studio musik.
Janganlah ragu untuk mencari pengetahuan tentang peredam ruangan, akustik ruang, alat rekaman, alat musik, dan sebagainya. Bertanya dan berkonsultasilah jika bingung.
Maka kita pun dapat membangun studio musik sendiri tanpa biaya yang terlalu besar.












                                                                  BAB II     
                                               PEMBAHASAN
2.1     Tujuan Penelitian

            a.    Tujuan Umum : tujuan umum proposal ini ditulis ingin menjelaskan kepada semua pembaca diluar sana agar mengerti tentang ilmu fonetik akustik ruang merupakan cabang ilmu fonologi dalam kajian ilmu inguistik. Dengan pembaca memahami semua yang tertera dalam proposal ini maka pembaca umum yang ingin membangun sebuah bangunan agar bisa memperhatikan dengan benar tata cara membangun akustik ruang sebuah bangunan.

            b.    Tujuan Khusus : proposal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang didapatkan dari lapangan kepada para pembacanya yang bergelut didunia musik agar para musisi tersebut mengerti tentang tata ruang akustik sebuah studio musik jika ingin membangunstudio musik. Dengan memahami rumusan masalah dar proposal ini para pembaca dipastikan tahu semua tata cara untuk membangun sebuah studio musik. Memahami cara mengatur alat musik, penggunaan pengeras suara serta memahami tentang manfaat dari peredam suara.

4.     Letak masalah penelitian dalam konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak     dan dasar penelitian

            Dalam mengambil data-data yang diperlukan penulis sebelum melakukan penelitian ditemukan beberapa masalah dalan konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian ini. Masalah yang paling mendasar dalam ilmu fonologi tentang fonetik akustik ruang adalah tidak adanya alat untuk mengukur stendarisasi sebuah akustik ruang di Indonesia, sehinnga penulis beranggapan bahwa dalam melakuakan penelitian ini penulis bebas menentukan tentang standarisasi penggunaan akustik ruang pada studi musik.

            Pada penelitian kali ini penulis menciba menemukan letak masalah standarisasi akustik ruang pada studio musik tanpa bantuan alat ukur fontik akustik ruang. Penulis mengukur standarisasi akustik ruang ini hanya dengan menggunakan semua panca indranya atau artikulator (organ tubuh) sehingga hasil dari penelitian ini betul-betul hanya brdasarkan indera dari penulis sebagai alat ukur.


2.2       Tinjauan pustaka

            Tinjauan pustaka Penulis melakukan tinjauan pustaka bertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan penulis mengetahui apa objek yang ingin diteliti, dengan pndekatan pustaka yang dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelian ini. Tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internt agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.

Sumber yang didapat
1. Buku fonologi bahasa indonesia karangan Abdhul Chaer tahun 2010
2. Buku pengantar linguistik umum karangan Abdhul Chaer tahun 2009
3. http://studiomusik.net/index.php/klinik-musik/55-membangun-studio-musik-sendiri.html

2.3    Kerangka Teori

            Teori teori yang terdapat dalam penelitian ini berupa penyapain pendapat atau masukan dari beberapa kenalan penulis tentang ilmu fonologi akustik serta beberapa info dasar mengenai studio musik. Panduan akan buku-buku yang merupakan landasan teori mendasar dalam melakukan penelitian ini. Banyak penelitian yang gagal dikarenakan oleh kerangka teori yang belum sempurna, dalan penelitian ini penulis mencari tahu tentang buku-buku yang diinformasikan kepada penulis oleh kerabatnya seperti yang sudah tercantum pada tinjauan pustaka diatas. Oleh karena itu penelitian yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan oleh kerabat atau sahabat dari penulis. Jika penulis tidak mempunyai kerangka teori dalam penulisan proposal ini maka penulis akan sangat sulit mlakukan penelitian.

2.4   Variabel

            Variabel atau faktor  yang diamati atau diteliti dalam sebuah penelitian itu sangat diperlukan.
dalam penelitian ini penulis mnemukan beberapa variabel atau faktor yang mendukung berhasilnya penelitian tentang ilmu fonetik akusstik ruang pada studio musik.

Berikut beberapa faktor yang mendukung penelitian ini.
            1.   Tinjauan pustaka yang mudah diakses melalui perlustakaan unversitas, dan                             perpustakaan fakultas.
            2.   Sarana buku yang semuanya berasal dari perpustakaan universitas nasional dan                      fakulatas bahasa dan sastranya.
            3.   Akses intrnet yang mempermudah penulis untuk mencari beberapa informasi
                   tentang studio musik yang lengkap dengan alat-alat musiknya.
            4.   Akses yang mudah menuju lokasi penelitian dengan hanya berjalan kaki dari                                   tempat tinggal tman atau anggota band penulis.

2.5    Hipotesis

             
Dengan pendekatan pustaka yang dilakukan penulis beberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internet agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.
            Teori teori yang terdapat dalam penelitian ini berupa penyapain pndapat atau masukan dari beberapa kenalan penulis tentang ilmu fonologi akustik seta beberapa info mengenai studio musik. Panduan akan buku buku yang merupakan landasan teori dalam melakukan penelitian ini. Oleh karena itu penelitian yang penulis lakukan kali ini berupa hasil penyampaian atau rekomendsi yang diberikan oleh kerabat atau sahabat dari penulis.
BAB III
PENUTUP

3.1 Metode penelitian

            Penulis mellakukan pendekatan secara langsung yang bertujuan agar hasil yang dicapai penulis dalam menyusun proposal ini sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada dilapangan.
dalam penelitian ini penulis juga menggunakan pendekatan pustaka, seperti penulisan proposal yang lainnya.
            Penulis melakukan pendekan pustaka nertujuaan agar sebelum melakukan studi lapangan  penulis mengetahui apa objek yang ingin diteliti, dengan pndekatan pustaka yang dilakukan penulis bberapa minggu sebelum studi lapangan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penelitian ini.
tinjauan kepustakaan sangat berpengaruh pada proses, dimana penulis mencari data dari buku-buku yang terdapat di perpustakaan, serta mencari sumber yang terdapat pada media cetak, dan media online, penulis juga mencari bebrapa sumber dari internt agar dapat di olah kembali dan merupakan acuan dalam penyelesaikan proposal ini.

3.1       Populasi

            Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan beberapa populasi serta sample yang ada di lapangan beberepa populasi itu meliputi jumlah orang yang ada di lapangan pada saat penelitian ini berlangsung serta beberapaalat musik yang terdapat pada lokasi penelitian yang berupa studio musik.
populasi          

            Dalam metode penelitian ini penulis jugs menambahkan populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Subyek penelitian ini adalah anggota grup band yang dimiliki oleh penulis sendiri yang beranggotakan 3 (tiga) orang, serta pemilik skaligus penjaga dari studio musik ini sendiri.
Obyek pada penelitian lapangan ini adalah beberapa


Alat musik       :  1 (satu) set drum lengkap dengan mic drumnya, 3 (tiga) buah gitar yaitu:
                              Gitar melodi, gitar bass, gitar pengiring melodi, dan 1 buah piano.

Pengeras suara :  Microphone 3 (tiga) set masing masing berbeda fungsinya ada untuk vokal I                      (vokalis) vocal II dan vocal III  , speaker pengeras suara 4 (empat) buah,                       amplifier 1 (satu) pasang.

Peredam suara : 
Spons busa 1 buah dengan  panjang 3 meter dan lebar 2 meter, Papan telur                          bekas sebanyak 72 buah , dan Karpet dinding 1 pasang yang terdiri dari 2                            buah dan  memiliki ukuran yang sama dengan spons busa berukuran 3 X 2                         meter diatas.

 

 Subyek penelitian

                                               Obyek penelitian

      Grup band

Alat musik

Pengeras suara

Peredam suara

       Alat         pendukung

Pemilik studio musik

1 set drum lengkap

1 pasang amplifier

Spons busa 1 buah

1 set  efek distorsy untuk gitar

 

3 buah gitar

2 pasang speaker aktiv

Papan telur 72 buah

Terminal colokan listrik 4 buah

piano

3 set microphone

Karpet dinding 1 pasang

kabel  jek gitar ada 4 buah


 

 

3 pasang colokan kabel

            Setelah melihat keterangan dari populasi diatas dan membaca tabel populasi obyek dan subyek penelitian penulis mentipulkan bahwa subyek peneltian dan obyek penelitian sangat berketergantungan satu dengan yang lainnya, agar bisa mencapai hasil yang sempurna, sperti pada peneltian kali ini tidk ada masalaah yang menggangu jalanya penelitian ini. Erpaduan sempurna yang sama antara alatmusik, pengeras suara, peredam suara, dan alat pendukung lainnya dapat mengghasilkan suara alunan nada-nada yang indah serta tidak mengganggu para pemusik dan pendengarnya.

 

3.2       Lokasi Penelitian dan waktu penelitian


            Setelah penjelasan mengenai metode yang diambil penulis sebelum melakukan lokasi pnlitian harus dicantumkan juga dengan maksud penulisan proposal ini bisa sukses dan lancar hingga pengajuan skripsi nanti.

3.2.1.   Lokasi Penelitian

            Lokasi penelitian ini terletak di alamat JL. Raya Ragunan, Kel. Pasar Minggu, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nama dari studio musik tersebut adalah Fasol studio band yang tidak memiliki nomor bangunan karena didirikan di atas tanah pemerintah, atau bisa dikatakan studio musik ini merupakan bangunan liar.
             Lokasi dan tempat yang strategis tersebut membuat pemilik studio musik ini ingin menambahkan beberapa ruangan lagi dengan penambahan beberapa alat musik tertntu. Tetapi ada sedikit kejanggalan dari lokasi studio mesik tersebut, dimana studio yang harusnya tidak mengganggu warga sekitar dengan kebisingn ini sangat bertolak belakang dengan studio musik Fasol tersebut. Keuntungan dari studio tersebut adalaah lokasi yang sangat gampang terjangkau oleh para pelaku seni musik, dan berada di sekitar area bisnis warga sekitar.


 

3.2.2  Waktu penelitian

            Waktu yang diperlukan penulis untuk mlakukan penlitian ini di lapangan tidak lebih dari 4 jam, dimulai dari pukul 15:00 wib sampai pukul 19:00. Penulis menggunakan waktu yang cukup banyak ini untuk bermain band selama dua jam dan mmperhatikan semua suara yang dihasilkan oleh alat musik  tersebut dri luar akustik ruang tersebut. Sisa waktu yang tersisa olengan mencatat dan mendata semua alat musik serta peralatan lain yang terdapat dalam studio musik dan penulis juga menanyakan beberapa pertanyaan mengenai studio band musik kepada pemilik ruang akustik itu.

3.2.3   Alur Penelitian
           
           
Seperti dalam naskah atau teks, proposal juga sangat mmerlukan alur agar bisa mendapatkan hasil penelitian seperti yang diinginkan.

            Alur dari penelitian ini adalah alur maju, karna dalam melakukan studi lapangan penulis sudah mempersiapkan semua yang diperlukan dalam penelitian tata ruang akustik ini. Setelah semua oerlengkapan penelitian dan data-data pustaka sudah terkumpul peneliti hanya tnggal melakukan teliti lapangan atau studi lapamgan sehingga peneliti menyimpulkan bahwa alur dari penelitian ini adalah alur maju.

3.3       Anggaran Penelitian
             

            Dalam penelitan fonetik akustik pada tata ruang studio musik ini diperlukan anggaran yang bisa membantu penulis agar pnelitian ini lancar dan tepat waktu engan hasil yang memuaskan para pembacanya . Mengenai anggaran penelitian ini penulis berani mengeluarkan dana pribadi karena anggaran dari penelitian ini tidak begitu memekan banyak biaya.
Berikut daftar anggaran yang dikeluarkan dalam penelitian ini.

Daftar paket fasol studio band

Harga

Penggunaan jasa

Harga

Jumlah semua
anggaran

Paket 1 jam

Rp. 40.000



Paket 3 jam dan paket 1 jam.


Rp. 150.000




  
  Rp.159.000

Paket 3 jam

Rp. 110.000

Paket 5 jam

Rp. 180.000


Kopi 3 gelas

Rp. 9000

Kopi / gelas

Rp. 3000

            Semua yang sudah tertera dalam daftar anggaran penelitian merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini. Biaya perjalanan tidak dimasukan karena letak tempat penelitian atau studio musik ini dekat dari tempat tinggal penulis dan bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki sehingga biaya perjalanan tidak ada dalam daftar


3.4         Keterbatasan

            Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini penulis menyajikan keterbatasan dalam meneliti secara teknis yang jelas mempunyai dampak secara metodologis.
            Keterbatasan yang paling mendasar secara teknis seperti yang sudah penulis terangkan dalam konteks bidang ilmu yang menjadi titik tolak dan dasar penelitian dimana tidak adanya alat ukur tingkatan suara yang harus dihasilkan oleh sebuah akustik ruang, sehingga penulis tidak mempunyai acuan yang cukup untuk meneliti akustik ruang yang dalam penelitian ini merupakan studio musik. Keterbatatasan yang berikutnya terletak pada minimnya pembaca yang mengerti tentang ilmu fonetik akustik ruang. Sehingga semoga dengan disahkanya proposal penelitian ini para pembaca dapat mengerti tentang ilmu fonologi tentang fonetik akustik ruang.






























DAFTAR PUSTAKA

Abdhul Chaer, 2010, Fonologi                                                                                          Bahasa Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar